Artikel oleh: Dr. Murdan, M.HI., M.H.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Qamarul Huda, Lombok Tengah sangat menyadari tantangan terkini perguruan tinggi tanah Air. Saat ini, pendidikan tinggi didorong paksa untuk menjadi wadah mendiskusikan, menginovasikan, mengkreasikan, hingga menciptakan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi manusia, ekologi, dan ekosistem makhluk hidup. Atas dasar kesadaran yang mendalam itu, LP2M IAIQH hadir untuk menjadi wadah bergairah dalam mewujudkan proses Tridharma Perguruan Tinggi yang Akseleratif-Transformatif-Progresif, terutama dalam menghasilkan lulusan yang berkualifikasi sarjana dan magister yang mampu memberikan manfaat signifikan-berdampak pada masyarakat sebagai user (pengguna dan penerima manfaat akhir) ilmu pengetahuan.
Proses akselerasi-transformasi-progresif ini sangat dibutuhkan oleh insan kampus dalam mewujudkan tradisi dan budaya akademik yang inklusif, egaliter, dan responsif. Mengigat fungsi utama perguruan tinggi adalah sebagai garda terdepan dalam mentransfer, mendiskukan, menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, maka dukungan yang apresiatif dan produktif menjadi kebutuhan dasar perguruan tinggi. Tanpa dukungan yang hangat dari semua kalangan terhadap perguruan tinggi dalam mewujudkan Catur Dharma Perguruan Tinggi, maka cita-cita besar terhadap terciptanya ilmu pengetahuan baru akan menjadi mustahil.
Dukungan yang kuat terhadap perguruan tinggi menjadi kunci utama kemajuan bangsa dalam memproduksi ilmu pengetahuan, jika kampus tidak diberikan kenyamanan dalam mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi, maka jangan harap negeri itu bisa mewujudkan kemerdekaan sesungguhnya yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa. Tentu suasana akademik yang sehat, nyaman dan selalu bergairah terhadap tradisi dan budaya keilmuan-keilmiahan menjadi pemicu penting terwujudnya produktifitas dan kualitas unggul perguruan tinggi. Keunggulan akan mampu diraih oleh satu perguruan tinggi jika civitas akademikanya diberikan dukungan yang penuh dalam mewujudkan Catur Dharma Perguruan Tinggi.
LP2M Institut Agama Islam Qamarul Huda sangat menyadari desakan mulia itu. Artinya, meskipun saat ini LP2M belum bisa memberikan layanan, fasilitas, dan dukungan finansial terbaik untuk segenap-dosen-civitas akademika dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi setidaknya ada komitmen yang tulus untuk memberikan kenyaman bagi civitas akademika untuk datang ke kampus, lebih khusus LP2M IAIQH. Kesadaran LP2M terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi kunci penting dalam menjamin keberlanjutan atau kebersinambungan lingkungan akademik yang aplikatif-responsif-progresif-relevan-adaptif, singga mampu meraih kampus yang unggul.
Kegairan akademik yang dipicu atau dimotori oleh LP2M IAIQH ini menjadi angin segar dalam menatap ragam tantangan internasional, global, regional, nasional, hingga persoalan di tingkat lokal. Dengan Semakin tinggi sikap inklusifitas, egalitarinaitas, dan moderitas kampus dalam menjunjung profesionalitas akademiknya, maka iklim yang kondusif dalam interaksi kampus akan semakin berselera, bergairah atau berkualitas tinggi. Tantangan suasana akademik yang seperti itulah menjadi perhatian penting saat ini LP2M IAIQH dalam melakukan tahapan atau ragam proses konkritisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.