Sejarah LP2M IAI Qamarul Huda LP2M IAIQH

Tentang / Sejarah LP2M IAI Qamarul Huda

Sejarah LP2M IAI Qamarul Huda



Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Qamarul Huda (IAI QH) Bagu merupakan unit kerja strategis yang berada di bawah koordinasi langsung pimpinan institut. LP2M dibentuk sebagai perwujudan komitmen kelembagaan dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Keberadaan LP2M tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana teknis kegiatan riset dan pengabdian, tetapi juga sebagai pusat pengembangan keilmuan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan identitas keislaman berbasis pesantren dan kearifan lokal Lombok.

Secara historis, LP2M IAI Qamarul Huda Bagu lahir dan berkembang seiring dengan dinamika transformasi kelembagaan IAI Qamarul Huda yang berakar dari tradisi pesantren. Sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang tumbuh dari kultur pesantren Qamarul Huda, arah pengembangan LP2M sejak awal telah menempatkan nilai-nilai keislaman, moderasi beragama, dan pengabdian sosial sebagai fondasi utama. Hal ini tercermin dalam orientasi penelitian yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga relevansi sosial, kebermanfaatan umat, serta penguatan identitas keislaman masyarakat Lombok.

Dalam fase awal pembentukannya, LP2M lebih berfokus pada pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat responsif terhadap kebutuhan sosial-keagamaan masyarakat sekitar, seperti dakwah komunitas, pendampingan pesantren, pendidikan keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi umat. Seiring meningkatnya kapasitas kelembagaan dan tuntutan mutu perguruan tinggi, LP2M kemudian mulai mengembangkan kegiatan penelitian secara lebih sistematis, termasuk mendorong dosen dan mahasiswa untuk melakukan riset berbasis keilmuan Islam, pendidikan, ekonomi syariah, serta isu-isu sosial kemasyarakatan.

Perkembangan LP2M semakin menguat ketika IAI Qamarul Huda Bagu menetapkan arah strategis pengembangan penelitian dan pengabdian melalui penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) serta Roadmap Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Dokumen tersebut menjadi pijakan penting dalam menata program LP2M secara terarah, bertahap, dan berkelanjutan, mulai dari penguatan kapasitas SDM, peningkatan mutu penelitian, pengembangan riset unggulan berbasis pesantren dan kearifan lokal Lombok, hingga hilirisasi hasil riset bagi masyarakat.

Sebagai konsekuensi dari penguatan kelembagaan tersebut, LP2M IAI Qamarul Huda Bagu tidak lagi hanya berperan sebagai pelaksana administratif kegiatan penelitian dan PkM, tetapi juga sebagai pengarah kebijakan riset, fasilitator peningkatan kompetensi dosen, pengelola publikasi ilmiah, serta penghubung antara dunia akademik dan masyarakat. LP2M dituntut untuk memastikan bahwa setiap penelitian dan program pengabdian selaras dengan visi institusi, yaitu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis pesantren yang berakar pada kearifan lokal Lombok dan berkontribusi bagi kemaslahatan umat.

Dalam rangka memperkuat peran strategis tersebut, LP2M IAI Qamarul Huda Bagu secara bertahap mengembangkan struktur kelembagaan yang lebih fungsional, termasuk pembagian tugas antara bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta kerja sama dan kemitraan. Penguatan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan program, memperluas jejaring kolaborasi, serta memastikan mutu dan keberlanjutan kegiatan riset dan PkM.

Transformasi peran LP2M juga ditandai dengan meningkatnya orientasi pada penelitian-penelitian unggulan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Lombok dan NTB, seperti pendidikan Islam, moderasi beragama, ekonomi syariah, pemberdayaan pesantren, isu gender, lingkungan hidup, dan kesejahteraan sosial. Tema-tema tersebut sejalan dengan Roadmap LP2M yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses penelitian dan pengabdian, bukan sekadar objek kegiatan.

Selain itu, LP2M IAI Qamarul Huda Bagu juga berupaya membangun budaya riset di kalangan dosen dan mahasiswa melalui berbagai program penguatan kapasitas, seperti pelatihan metodologi penelitian, pendampingan penulisan proposal hibah, workshop publikasi ilmiah, serta pengembangan jurnal akademik. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional dan memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan keilmuan Islam.

Dengan fondasi sejarah yang berakar pada tradisi pesantren, ditopang oleh kebijakan RIP dan Roadmap yang sistematis, LP2M IAI Qamarul Huda Bagu terus bertransformasi menjadi lembaga yang adaptif, inovatif, dan kontributif. LP2M tidak hanya menjadi motor penggerak penelitian dan pengabdian, tetapi juga menjadi ruang integrasi antara nilai keislaman, keilmuan, dan pemberdayaan masyarakat dalam semangat Islam rahmatan lil ‘alamin.